Fungsi dan Makna Prefiks (Awalan) Asli Bahasa Indonesia



a. Pengertian Fungsi dan Makna Imbuhan Asli/Indonesia

Kata makan termasuk golongan kata kerja. Setelah mendapat afiks –an menjadi makanan, kata tersebut termasuk golongan kata benda. Jelas bahwa perubahan kata tersebut disebabkan oleh afiks –an. Maka dapat dikatakan bahwa di sini afiks –an berfungsi mengubah kata kerja menjadi kata benda, atau dengan kata lain berfungsi sebagai pembentuk kata benda.
Kata cangkul termasuk golongan kata benda. Setelah mendapat afiks meN- menjadi mencangkul, kata itu termasuk golongan kata kerja. Maka dapat dikatakan bahwa afiks meN- di sini mempunyai fungsi sebagai pembentuk kata kerja.
Demikianlah, proses morfologis itu mempunyai fungsi gramatis, ialah fungsi yang berhubungan gramatika. Di samping itu, proses morfologis juga mempunyai fungsi sistematis. Misalnya kata sepeda. Kata ini telah memiliki arti leksis, seperti dijelaskan dalam kamus. Akibat melekatnya afiks ber- pada kata itu, berubahlah arti leksisnya, menjadi “mempunyai atau mempergunakan”. Fungsi gramatis disebut fungsi, sedangkan fungsi sistematis disebut makna.


Cukup


Aku benci
Aku benci kalian mengatakan itu
Jangan pernah kalian berbicara
Seperti itu lagi didepanku..

            Meledak..
            Bagaikan gunung berapi
yang siap menumpahkan laharnya..

Jangan lagi mengatakannya didepanku
Berbicara dibelakang sudah cukup
Jangan beritahu aku
Hal yang menurut kalian menarik
Tapi tidak buatku..

            Gedung C3, FKIP Unila
Cukup untuk kalian pahami
Tanpa harus dikritik

Sebenarnya

Sebenarnya aku tak ingin
aku tak mau melakukannya
tak bisa rasanya
tidak seharusnya terjadi
           
            tapi hati ini berkata lain
            aku benci mengatakannya
           
tapi
terus saja setan membisikkannya padaku
aku harus bagaimana
apa yang harus aku lakukan

            yang aku ingin
            yang aku mau
            aku bisa seperti mereka

Gedung C3, FKIP Unila
Aku tak bisa mengatakannya
Tapi aku yakin
Kalian bisa memahami arti puisi ini


Kisah Romantis Part 3

Saat aku sedang sibuk mengerjakan soal Kimia. Dia malah asyik membuat pesawat dengan kertas origami yang dia bawa. Terkadang dia membuat lelucon kecil saat aku sedang serius. “Dit, apa kamu begitu menyukai aku?” Tiba-tiba aku hanya ingin mendengar jawaban darinya. “Kamu pasti sangat tahu jawabannya” Dia berkata begitu, sambil menerbangkan pesawat yang dia buat.

*****

Tidak terasa seminggu lagi, kami akan menghadapi Ujian Nasional Tingkat SMA. Jujur saja, aku sangat grogi menghadapi moment ini. Tidak aku sangka, sebentar lagi aku akan menhadapi gerbang masa depanku. Menjadi seorang Mahasiswa. Tapi, sebelumnya aku harus terlebih dahulu lulus dalam fase ini.. Dia bilang, dia tidak akan menggangguku selama 2 Minggu kedepan. Dia ingin aku fokus pada ujian ini, dan dia juga ingin fokus pada ujiannya. Tapi tetap saja, dia mengantar jemput aku kesekolah..

Hari yang dinanti itupun sudah terlewati..
Lega, sekali bisa melewati masa-masa menegangkan dalam hidupku. Tinggal menunggu keputusan akhir. Lulus atau tidak. Tapi aku yakin, dengan kemampuan yang aku miliki, aku bisa Lulus ujian ini dengan hasil yang memuaskan.

*****

Hari sudah siang, matahari bersinar dengan teriknya.. Aku mulai menjalani kembali aktifitasku kursus fotografi. Aku sudah naik level. Ke Level yang lebih tinggi. Kali ini aku dan teman-teman diberi tugas untuk memfoto objek pemandangan alam. Tiba-tiba aku teringat tempat itu. Tempat dimana Adit menyatakan cintanya padaku. Tempat itu begitu romantis, begitu indah, begitu damai. Aku jadi ingin memotret tempat itu sebagai hasil tugas yang akan aku kumpulkan nanti.

Aku pergi sendiri ketempat itu, dengan menaiki Bus Trans. Tempat itu masih sama seperti dulu. Seperti saat 8 bulan yang lalu, ketika Adit mengajakku ketempat ini. Aku duduk dibawah pohon rindang itu, sambil memotret objek yang kira-kira bagus untuk aku foto. Semuanya.. Tidak terkecuali orang itu. Tidak aku sadari, bahwa orang yang baru datang itu adalah Adit. Dia kaget melihatku sendiri ditempat ini.
Dia bilang, dia tadi kerumahku. Dia mencariku tetapi aku tidak ada dirumah. Karena dia bosan, da putuskan untuk pergi ketempat ini. “Kebetulan ada kamu, aku ingin mengajakmu kesuatu tempat” katanya. “kita mau kemana Dit?” tanyaku bingung. “Kamu bilang ingin sekali bertemu Ayah, Ibu dan saudara kandungku. Jadi, aku akan mengantarkanmu kesana.” Akhirnya, entah ada angin apa dia bisa berfikir ingin memperkenalkan aku dengan keluarganya. Bahagia rasanya, melihat dia sudah mempercayaiku untuk mengenal orang-orang yang melahirkannya, dan menjadi saudara kandungnya.

Tapi, kenapa dia mengajakku kerumah sakit?
Apakah keluarganya sedang ada yang sakit?
Entahlah..

Kami sampai dikamar itu, ruang VIP nomor 4..
Kulihat ada seorang wanita sedang terbaring lemah ditempat tidur itu. Dia tersenyum melihat kehadiranku. Senyum itu persis seperti senyum yang sering kulihat. Yang selalu membuatu terpesona ketika melihatnya. Ya... senyum itu mirip dengan senyum Adit. Disudut ruangan aku melihat seorang Bapak dan anaknya yang masih kecil. Sepertinya bayi itu belum bisa berjalan. Adit memperkenalkanku kepada mereka. Mereka adalah Ayah, adiknya dan wanita yang tergolek lemas itu adalah Ibunya..
“Sudah berapa lama ibumu terbaring ditempat ini?” Tanyaku setelah kami keluar dari ruangan itu. “Mama sudah koma sejak 8 Bulan yang lalu, tepat saat hari aku menyatakan cinta padamu. Sudah 8 Bulan pula adik kecilku lahir didunia ini. Tapi ibuku baru siuman beberapa hari yang lalu”

Jadi.. Selama ini, dia menyembunyikan semuanya dariku.
Dia menyembunyikannya agar aku tidak khawatir padanya.
Tapi.. dengan dia bersikap seperti itu,
aku justru merasa dia menyembunyikan hal besar yang seharusnya aku ketahui..


Marah..
Itu hal yang aku rasakan..
Aku langsung pergi meninggalkannya..
Sepertinya dia sangat merasa bersalah padaku..
Tapi aku tidak peduli..
Aku marah..
Marah sekali padanya..

*****

Sudah seminggu aku tidak menghiraukannya untuk mengganggu hidupku. Sampai akhirnya, dia meminta maaf lagi dengan nada yang keras.
Seperti sedang marah.
Seperti dia ingin menelanku saat itu juga.
Untuk pertama kalinya dia melakukan itu..

Aku kaget..
Aku merasa bersalah sudah marah sampai sejauh ini..
Aku memaafkannya..

Aku memeluk tubuhnya, sambil meminta maaf..
Maaf sudah berprasangka buruk padanya..

Dia juga meminta maaf padaku..
Maaf karena tidak jujur dari awal padaku..


TAMAT
Kisah-Kisah Romantis sebelumnya...

Kisah Romantis Part 1
Kisah Romantis Part 2
Kisah Romantis Part 3

Puisi untuk Ayah


Hari ini ada yang bertambah umurnya
Umur yang sudah tidak muda juga tidak tua
Kami berbincang-bincang kecil tentang hal ini

Hanya satu hal yang dia pinta pada Tuhan
Agar dia diberikan umur yang panjang
Supaya dia bisa menafkahi ibu kami
Supaya dia bisa terus menyekolahkan kami
Hingga tercapailah cita-cita kami
Hingga kami semua telah menemui orang-orang baru
Tempat kami melabuhkan masing-masing hati kami

Kami juga hanya meminta satu hal pada Tuhan
Agar dia diberikan umur yang panjang
Karena kami belum sempat membahagiakannya
Belum sempat membanggakannya
Belum sempat memberi hasil jerih payah kami kepadanya

Untuk ayahku tercinta..
Selamat ulang tahun yang ke 49 J
Dari kelima Ridha mu J
BandarLampung, 10 Oktober 2012



Bagaimana Cara Memarafrasekan Puisi yang baik?


Sebelumnya Assalamualaikum Wr. Wb.
Untuk para pembaca blog aku ini J


Di postingan ku kali ini, aku akan mebahas bagaimana caranya “Memarafrasekan” sebuah puisi.
Contoh puisi yang aku jadi contoh ini judulnya “Kenangan Terindah” karya sahabat saya Ayu Mayasari ..

Sebelum saya memberitahu pembaca semua, bagaimana cara Memarafrasekan puisi yang baik. Kalian harus tahu, apa yang dimaksud dengan Frasa, Prafrasa/Parafrase, dan Memparafrasekan..

fra·sa n Ling gabungan dua kata atau lebih yg bersifat nonpredikatif (msl gunung tinggi disebut frasa krn merupakan konstruksi nonpredikatif);
pa·ra·fra·sa n Ling 1 pengungkapan kembali suatu tuturan dr sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yg lain tanpa mengubah pengertian; 2 penguraian kembali suatu teks (karangan) dl bentuk (susunan kata-kata) yg lain, dng maksud untuk dapat menjelaskan makna yg tersembunyi;
mem·pa·ra·fra·sa·kan v menguraikan kembali suatu teks dl bentuk lain

Sumber: KBBI offline J


Langkah selanjutnya


Kisah Dua Lembar Uang


Astri Griya Mitha, 4 Oktober 2012

Matahari bersinar dengan cerahnya pagi ini. Tidak seperti hari-hari kemarin, langit menghitam matahari malu-malu untuk menampakkan dirinya. Seperti hari-hari biasanya, aku pergi kesekolah dengan mengendarai motor bebek pemberian orangtuaku. Jalanan masih sepi, hanya ada tiga motor berlalu dijalan ini. Akhirnya aku tiba disekolah, tempat aku menuntut ilmu.

Dua mata pelajaran telah berlalu. Bel tanda waktunya istirahat telah berbunyi. Ibu Adel meminta aku dan Anton pergi menemuinya di ruang guru.. Tibalah kami ditempat yang dimaksud. Ruangan itu penuh dengan para guru, ditempat duduknya masing-masing. Disana juga terdapat beberapa murid yang dengan setia mendengarkan apa yang dibicarakan oleh gurunya. Sama seperti kami, kami mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Bu Adel. Guru yang masih muda, cantik dan banyak guru pria disekolah ini menyukainya.. Ohh, aku iri pada Bu Adel...

Tiba-tiba lamunanku buyar.. Ketika Bu Adel berbicara lebih lantang. Bu Adel meminta aku dan Anton untuk membantunya mengawas ujian mahasiswa Universitas Terbuka.. Ini adalah pengalaman pertama bagiku, aku tak akan menyianyiakan kesempatan ini. Aku langsung menyanggupinya, kemudia disusul Anton yang mengucapkan kata setuju. Bu Adel meminta kami untuk datang ke Gedung Serba Guna pada hari dan jam yang telah ia tentukan. Aku tak sabar menunggu hari itu, pastinya banyak pengalaman yang akan aku dapat dari mengawas ujian para mahasiswa...


Hari yang Aku nantikan itu tiba.. hari ini aku dan Anton mendapat surat dispen untuk tidak masuk sekolah. Kami mendapat tempat mengawas yang berbeda.. Sepanjang aku mengawas, aku hanya duduk memperhatikan kakak-kakak yang usia lebih tua kira-kira 5 tahun diatasku.. terkadang aku tertawa kecil, ketika melihat mereka mencontek tepan didepan mataku.. Tak terasa, 2 jam berlalu begitu cepat. Kakak-kakak itu sudah selesai dengan ujiannya.. kulihat beberapa dari mereka begitu kaku wajahnya setelah mengerjakan soal-soal itu.. Ketika aku akan melangkahkan kaki keluar ruangan itu. Seorang pengawas yang seumuran dengan bapakku memanggilku.. “Indah Setiawati!! Sini nak..”. Aku langsung menuju sumber suara itu, tepat beberapa meter didepanku. Bapak itu memberikan aku sebuah amplop berwarna putih. Lalu dia mengatakan bahwa aku akan bertugas 3 kali lagi, ditempat ini.. Aku mengucapkan terimakasih kepada bapak itu, lalu mencium tangannya..

Selama dalam perjalanan kerumah aku belum sempat membuka amplop itu.. setelah sampai dirumah, aku langsung mencari Ibu. Aku berikan amplop itu kepada ibuku. Ibuku membuka amplop itu.. Dua lembar uang yang berjumlah Seratus lima puluh ribu rupiah.. Bahagia rasanya bisa memberikan uang dari hasil kerja kerasku kepada ibu..

Keesokan harinya ketika aku akan pergi keruangan tempat aku mengawas.. Anton sudah berada didepan pintu ruangan itu. Dia meminta padaku untuk memberikan jatah 1 hari mengawas yang aku miliki kepadanya. Dia iri padaku karena hhanya mendapatkan jatah 2 kali mengawas sedangkan aku mendapat jatah 4.. “Ini sudah keputusan dari atas Anton, aku tidak punya kewenangan untuk menolaknya” Jawabku singkat. Lalu Anton meminta padaku “Kumohon ndah, supaya semua ini jadi adil. Berikan aku 1 jatah mengawas milikmu”. “Aku akan mempertimbangkannya” jawabku.. Perbincangan kami terhenti, ketika ada Bapak yang seumuran Bapakku datang menghampiri kami. Kali ini dia datang dengan seseorang. Sepertinya dia seumuran denganku..

Aku duduk dipojok ruangan itu, dan orang itu duduk dipojok ruangan yang lain dari ruanganini.. ketika aku membagikan absen, orang itu tersenyum padaku.. sama halnya ketika aku duduk kembali ditempat dudukku. Setiap aku menoleh kearahnya. Kulihat dia memberikan senyum termanisnya untukku.. lalu, dia berjalan kearahku. Dia memperkenalkan dirinya kepadaku. Namanya Muhammad, cowok keturunan arab. Kulitnya kecoklatan khas orang arab, senyumnya begitu manis.. sayang.. Kami tidak sempat bertukaran nomor hape..

Sampai hari keempat aku mengawas.. Aku tidak memberikan jatah mengawasku kepada Anton.. keesokan harinya.. saat aku duduk ditempat dudukku, kulihat Anton melihatku acuh tak acuh. “ Pasti karena hal itu” pikirku. Lalu ada seorang temanku yang menyampaikan pesan padaku, bahwa Bu Adel memanggilku.. Kurasa Bu Adel akan memberikan uang mengawas kemarin kepadaku sekarang. Karena kemarin Bapak itu tidak ikut mengawas bersamaku.. ku bilang kepada Anton “Pergilah kekantor sekarang, ambillah uang itu. Sepertinya kamu lebih membutuhkan uang itu daripada aku”. Dia berterimakasih kepadaku, lalu berlalu untuk mengambil uang itu diruangan guru..

Apa yang aku pikirkan saat itu.. aku juga sebenarnya membutuhkan Dua lembar uang itu.. Padahal orangtua Anton mempunyai pekerjaan yang lebih mapan dari kedua orangtuaku.. Tapi, yasudahlah.. aku yakin Allah punya rencana yang lebih indah untukku..


*****


Benar saja..

Beberapa bulan berikutnya, sebagai balas budinya..
Anton menawarkanku untuk ikut beasiswa.. dia mengajarkanku bagaimana cara mendaftar dan bagaimana cara mendapatkannya..
Beasiswa, yang membuat aku jadi lebih bisa membahagiakan orangtuaku..
Bangga..
Karena anaknya tidak hanya pandai, tapi juga beruntung..


Terinspirasi dari kisah teman baikku..
Jujur saja, aku iri padamu..
Dapatkah aku melakukan hal yang sama seperti dirimu?
Aku janji, aku juga akan mendapatkan hal itu..
Hal yang membuat orangtuaku bangga..
Sekarang..
sebelum almamater ini habis masanya..

Kisah Romantis Part 2

Dia langsung menarik pergelangan tanganku. Dia mengarahkanku untuk duduk dibelakangnya. “Mau kau bawa kemana aku ini?” tanyaku padanya. “Ke Suatu tempat, tempat dimana aku ingin sekali pergi bersama seseorang wanita” jawabnya.
Benar saja, dia mengajakku ketempat yang indah. Sebuah bukit yang amat indah, pohon-pohonnya begitu subur, rumput-rumputnya begitu hijau, bunga berwarna-warni bertaburan dimana-mana. Sepanjang perjalanan hanya hijau yang kulihat. Dia menggandeng tanganku, menuntunku berjalan mendaki bukit itu, tibalah kami disebuah pohon besar dibukit itu. Dia duduk dibawah rindangnya pohon itu. Aku masih berdiri dengan tangannya yang masih menggenggam tanganku. “Duduklah, apa kamu tidak capek berdiri dari tadi. Aku ingin bercerita banyak tentang hidupku. Jadi, duduklah untuk bisa mendengarkannya.” Akupun mengambil tempat agak jauh darinya, Dia malah menarikku untuk berada disisinya. “Nah, seperti ini lebih baik J” Dia berkata sambil mengeluarkan senyum khasnya.

“Maukah kamu menjadi pacarku?”
Deg... jantungku rasanya mau copot saat itu juga. Bisa-bisanya dia yang baru mengenalku, menyatakan cinta padaku.
“Apa kamu dengan apa yang kamu katakan Dit?” tanyaku seadanya.

“Iya, aku sangat yakin. Sebenarnya...
Ini adalah pertemuan kelima kita, bukan ketiga..
Aku sudah memperhatikanmu 1 bulan sebelum kita bertemu..
Aku sering melihatmu pergi ketoko buku, kamu terbiasa lari pagi ketika hari minggu.
Saat kamu makan siang sendiri coffee shop sambil mengerjakan tugas-tugasmu..
Aku merasa kamu sangat berbeda dari cewek lainnya..
Kamu.. Ya apa adanya dirimu..
Aku suka kamu seperti itu..”

Apa yang harus aku katakan. Aku tidak bisa berfikir. Aku belum terlalu yakin dengan apa yang dia katakan. Tapi aku tidak boleh menyakiti hatinya, jika ternyata dia tulus melakukan ini. “Baiklah, aku mau menerimamu menjadi pacarku.” Dia begitu kaget. Dia terlalu ekspresif mengungkapkan kegembiraannya. Dia memelukku sampai-sampai aku serasa tidak bisa bernafas karenanya. Lalu Dia mengantarkanku kerumahku. Tidak aku sangka, dia tahu dimana letak rumahku. Padahal, aku tidak pernah memberitahunya. “Kau yakin tidak mau mampir kerumahku?” Tanyaku sambil mengulas sebuah senyum dibibirku. “Lain kali saja J, Aku kan bisa kapan saja kerumah ini jika aku ingin. Oh iya, mulai besok dan seterusnya. Aku yang akan mengantar dan menjemputmu kesekolah. Kamu jangan naik motor lagi, apalagi naik Bus Trans. Selama aku bisa dan mampu, biarkan aku yang menjagamu”. Mendengarnya bicara seperti itu aku hanya menjawab “Apa kamu tidak merasa repot? Baiklah, kalau kamu inginnya begitu. Sampai jumpa besok.” Dia lalu menutup kaca helmnya, dan pergi meninggalkanku.
Aku membuka pintu kamarku. Aku langsung tenggelam dalam tempat tidurku yang nyaman ini. Tidak ku sangka, aku mau menerima orang yang baru aku kenal. Tidak ku sangka orang itu adalah dirinya. Aku sendiri heran, mengapa aku bisa dengan mudahnya menerima orang itu. Apa karena ia terlalu tampan buatku. Jujur saja, Aku selalu dibuat terhipnotis saat aku melihat senyuman dari bibirnya. Ini semua sudah terjadi, Aku jalani saja semua ini sebagaimana mestinya.

*****

Aku jatuh cinta kepada dirinya sungguh-sungguh cinta ooh apa adanya.....
Potongan lagu Milik Roulette – Aku Jatuh Cinta berbunyi dengan lembut, tanda ada telpon masuk. Itu telpon dari Adit. Ini pertama kalinya dia menelponku setelah aku menjadi pacarnya. “Nina, kamu sudah siap? Aku ada didepan pintu gerbang rumahmu sekarang” kata Adit dari ujung telpon. “Tapi Dit, aku belum sarapan.” Begitu lugunya aku berkata seperti itu. “Aku juga belum, kita sarapan bersama saja yuk. Aku tahu tempat buat mencari sarapan yang enak.” Katanya lagi. “Sudah tidak usah membantah, ayo turun. Aku tahu kamu diatas sana sedang mengamatiku.”
Aku turun kebawah, dengan keadaan sudah rapih. Aku meminta maaf pada Ayah dan Bunda karena tidak bisa sarapan bersama pagi ini. Sedikit berbohong, Aku bilang saja sedang terburu-buru karena ada jadwal piket kelas. Aku membuka gerbang. Kali ini Adit membawa helm untukku. Warnanya Pink, tau saja itu warna kesukaanku. Tapi, cewek yang suka warna pink di Dunia ini kan bukan hanya aku. Dia memakaikan helm itu padaku. Ohh so sweet sekali pikirku dalam hati. Dia mengendarai motor itu lumayan kebut. Hingga akhirnya kami berhenti disebuah warung makan nasi uduk. Dia langsung memesan 2 Nasi uduk, untuk Dia dan Aku. Dia makan dengan lahapnya. Setelah kami selesai makan Dia mengantarkanku kesekolah. Dia bilang aku harus menjaga diriku baik-baik, dan harus belajar dengan rajin. Lagi-lagi, dia meninggalkanku saat aku ingin membalas senyumnya.

*****

Hari demi hari kami lewati bersama-sama. Susah senang menjadi hal biasa dalam perjalanan cinta yang kami miliki ini. Dia tahu banyak tentang aku.
Tapi..
Sampai saat ini, sudah 5 Bulan kami bersama-sama..
Sampai saat ini, Aku belum tahu dimana rumahnya. Seperti apa wajah Ayah dan Ibunya. Apa dia mempunyai saudara kandung.
Aku tidak tahu...
Yang aku tahu, Dia kerja sambilan ditempat aku kursus fotografi, Dia sekolah disekolah yang sangat favorit dikota ini.
Dan yang aku tahu....
Dia selalu tersenyum setiap melihat wajahku..

*****

“Dit, bisakah kamu mengajakku pergi kerumahmu..
Bisakah kau mengenalkan aku pada Ayah dan Ibumu..
Bisakah aku tahu apakah kamu mempunyai kakak atau adik?”
Isi smsku yang aku kirimkan kepadanya.

Tapi dia tidak membalasnya. Lagi, ini sudaah kesepuluh kalinya Dia melakukan ini. Apa yang Dia pikirkan tentangku. Dia bilang dia tulus mencintaiku. Tapi mengapa dia menyembunyikan sesuatu padaku. Sesuatu yang menurutku sangat wajib untuk aku ketahui. Pernah aku menanyakan secara langsung padanya, tapi dia malah menghindari pertanyaan itu dan mengalihkan pembicaraan itu. Aku pusing dengan sikapnya.

*****

Aku duduk sendiri ditaman kota dengan berbagai macam buku soal-soal UN. Tiba-tiba dia datang menghampiriku, membawakan snack yang aku suka. Dia juga membawa buku-buku soal UN yang berbeda dari yang aku miliki. Dia bilang, dia ingin belajar, dan membantuku mempelajari soal-soal ini. Dia memakai kacamatanya. Persis seperti Bapak guru yang sedang mengajari muridnya. Bedanya, dia masih memakai seragam sekolah. Saat aku sedang sibuk mengerjakan soal Kimia. Dia malah asyik membuat pesawat dengan kertas origami yang dia bawa. Terkadang dia membuat lelucon kecil saat aku sedang serius. “Dit, apa kamu begitu menyukai aku?” Tiba-tiba aku hanya ingin mendengar jawaban darinya. “Kamu pasti sangat tahu jawabannya” Dia berkata begitu, sambil menerbangkan pesawat yang dia buat.
Menurutku jawaban itu tidak pasti..
Maksud dan artinya..


Bersambung...

Kisah-Kisah Romantis sebelum dan selanjutnya...

Kisah Romantis Part 1
Kisah Romantis Part 2
Kisah Romantis Part 3


Download 8 Lagu Ogan (Sumatera Selatan Favorit)


Berawal dari susahnya nyari lagu ogan yang bagus di internet .
 jadi dilla memutuskan untuk memposting link buat download Lagu-Lagu Ogan Favorit.
Lagu-lagu ini sih favoritnya Dilla, semoga jadi favorit juga dihati kalian para pembaca dan para pendengar lagu-lagu iniJ

Aku upload dalam bentuk .RAR
Bisa langsung di download disini::

Isinya ada 8 lagu, yaitu:
1.       Cempedak bebuah Nangke
2.       Dirut
3.       Dusunku di KAB OKU
4.       Katik kepacakan
5.       Petang-petang
6.       Ribu-ribu
7.       Sayang-selayak
8.       Tinggallah kudai

Selamat mendownload, selamat mendengarkan lagu Ogan.
Ogan yeah yeah yeaaaah ^^

Diambil dari berbagai sumber J
Mau copas?
Jangan lupa cantumkan link keposting ini J
Right????

Kisah Romantis Part 1

Hai guys..
Ini adalah cerpen ketiga buatanku..
Cerpen ini sengaja aku buat bersambung..
Ini memang bukan rill kisahku..
Semoga karyaku bisa menjadi inspirasi kalian untuk membuat karya tulis yang bagus.
Lebih bagus dari yang aku buat ^^

Selamat membaca.........

--------------------

1tahun yang lalu, kami bertemu disebuah toko buku. Waktu itu aku sedang mencari novel-novel terbaru untuk menambah koleksi novel yang aku miliki. Setelah mendapatkan novel yang aku inginkan, lalu aku duduk dipojok toko buku tempat berbagai koleksi komik dipajang dan disusun rapih. Aku membaca buku itu dengan khidmatnya, sampai akhirnya aku menyadari ada banyak kaki berada didepanku . Aku sangat kaget,salah satu dari mereka hanya tersenyum lalu terjadi perdebatan diantara kami. Dia berusaha ingin melaporkanku kepada penjaga toko karena aku telah melakukan pelanggaran, membaca buku komik tapi tidak membelinya. Namun ternyata itu hanya gertakannya agar dia bisa mendapatkan nomor telponku. Mau tidak mau, dengan terpaksa aku memberikan nomor telpon kepada orang yang tidak aku kenal. Setelah mendapatkan nomor telponku dia pergi sambil berkata “Sampai Jumpa lain waktu”. “Iuuh, gue ga akan pernah mau ketemu dengan cowok macam begitu lagi,gak akan. Titik.” Kataku sambil ngedumel dalam hati.
Tapi...

Ternyata kami benar-benar bertemu dilain waktu. Kami bertemu di Bus Trans Kota. Entah mengapa aku merasa hari itu benar-benar hari sial, karena motorku sedang dibengkel, mau tidak mau aku harus menaiki Bus Trans. Bus itu penuh dengan penumpang, tapi aku harus menaikinya supaya aku tidak terlambat tiba disekolah. Badanku tidak terlalu tinggi, aku malu sekali tidak bisa meraih pegangan tangan yang tegantung di dibawah atap Bus itu. Akhirnya aku pegangan pada kursi penumpang. Tidak kusangka itu cowok yang aku temui ditoko buku tempo hari. “Sial 2kali hari ini, habis ini ada kajadian apalagi?” gumamku dalam hati. Aku pura-pura tidak mengenalnya. Dan kupikir dia tidak mengetahui keberadaanku.
Lalu Bus pun berhenti, ada nenek masuk kedalam Bus sambil ditolong kenek. Nenek itu kebingungan dia tidak tahu dimana dia harus duduk, sedangkan pegangan terlalu tinggi, dan dia tidak kuat untuk berdiri terlalu lama.
Dan ternyata...
Cowok itu berdiri dan membantu nenek itu untuk duduk ditempatnya. Lalu dia berdiri disebelahku, tepat disebelah kananku. Dia melirikku, “Sepertinya kita pernah betemu, oh iya kita bertemu ditoko buku beberapa hari yang lalu. Tapi aku ga tau nama kamu siapa? Salam kenal ya, namaku Aditya Hernando, panggil aku Adit”. Aku Cuma melotot mendengarnya bicara sepanjang itu. “ahh aku Anastasya Nina Kusuma Pertiwi, panggil aku Nina” jawabku. “Wow, nama yang lumayan panjang untuk anak yang badannya kecil seperti kamu”. “Kampreeet, ini cowok ngeledek badan gue yang cebol ini lagi” gumamku dalam hati. Tapi kenyataannya aku hanya tersenyum kecut didepannya saat itu.
Bus itu tiba-tiba berhenti mendadak, dengan sigap aku memeluk lengan kirinya. Begitu refleks, sampai aku tak merasakan kalau sudah 1 menit aku melakukan hal itu. Aku malu sekali ketika dia bilang pegang saja lenganku kalau takut terjatuh. Mau tidak mau aku menuruti kata-katanya. Aku tidak mau kalau nanti Bus ini ngerem mendadak lagi aku terjatuh. Itu pasti akan menjadi kejadian paling memalukan dalam hidupku. Aku ga mau, aku ga mau itu sampai terjadi.
Bus ini berhenti lagi untuk yang kedua kalinya. Kali ini cowok disebelahku, yang aku peluk lengannya menyuruh Bus ini berhenti. “Maaf, aku harus turun, lain waktu kamu boleh memegang lenganku lagi kalu takut terjatuh” katanya. “Itu bukan megang, itu meluk namanyaa...” kataku ngedumel dalam hati. Aku melihatnya turun, langkah kakinya mengantarkannya tepat di SMAN 2 Bakti Utama. Aku terpesona melihat tempat itu, lebih terpesona melihat cowok itu melangkahkan kakinya ketempat itu. Itu adalah SMA paling favorit dikota ini. Cuma ada 2 tipe siswa yang bisa masuk ke sekolah itu. Kalau ga Pintar, ya pasti Kaya. Aku pegegangan kembali pada kursi tempat nenek itu duduk sambil memikirkan, masuk kegolongan manakah sesosok makluk yang bernama Adit.
Hari ini tanggal 30 september 2011, kalau dihitung-hitung sudah sebulan sejak pertemuan kami yang pertama. “Ahh, kenapa jadi mikirin itu” gumamku dalam hati. Hari ini hari perdanaku kursus fotografi. Setelah perdebatan panjang bersama ayahku selama sebulan. Akhirnya, aku bisa mewujudkan impianku belajar fotografi. Kata ayahku, selama itu ga membuat nilai semesterku turun aku boleh mengikutinya. Ayahku memang paling the best deh. Karena tempat kursusnya hanya berjarak 500meter dari rumah, aku memutuskan untuk berjalan kaki saja. Hatiku dag dig dug, ketika memasuki tempat itu. Dari luar terlihat seperti ruko-ruko pada umumnya. Tapi ketika memasuki gedung tersebut barulah terlihat bedanya. Ruangannya begitu rapih dengan cat dindingnya yang berwarna merah. Sampailah aku dilantai 3, tempat aku belajar kursus fotografi. Tiba saatnya aku belajar, hari ini masih dalam masa pengenalan dan teori dasar. Jadi aku tidak begitu berminat mendengarkannya. Sampai akhirnya Pak Dirman harus pamit karena ada keperluan. Lalu muncullah seseorang datang untuk menggantikannya. “Astaga, cowok itu lagi, 3 kali Ya Tuhan L” kata-kata itu muncul begitusaja dalam hatiku, ketika aku melihatnya.
Cowok itu lalu memperkenalkan dirinya kembali. Persis seperti yang dia lakukan di Bus Trans tempo hari. Bahkan itu terlalu mirip dengan yang aku dengar tempo hari. Saat itu sama sekali tidak terjadi percakapan diantara kami. Menatapnya wajahnya saja aku Males. Waktu kursus telah usai, aku berjalan bersama teman-teman yang baru aku kenal. Lalu mereka berpamitan padaku untuk pulang lebih dulu. Aku berjalan kembai menuju kerumahku. Aku sempatkan untuk membeli martabak manis kesukaan Bunda dan Ayah. Tiba-tiba ada motor Vixion warna biru berhenti tepat dibelakangku. Dia langsung menarik pergelangan tanganku. Dia mengarahkanku untuk duduk dibelakangnya. “Mau kau bawa kemana aku ini?” tanyaku padanya. “Ke Suatu tempat, tempat dimana aku ingin sekali pergi bersama seseorang wanita” jawabnya.

Bersambung...

Kisah-Kisah Romantis selanjutnya...

Kisah Romantis Part 1
Kisah Romantis Part 2
Kisah Romantis Part 3

Aku dan Dirinya


Untuk kesekian kalinya..
Aku memendam perasaan itu..
Perasaan itu sudah menggunung..
Perasaan itu sudah membatu..
Perasaan itu sangat sulit untuk diuraikan..
Perasaan itu sangat sulit untuk dicairkan..

                Aku ingin marah..
                Aku ingin teriak..
                Aku sangat kesal..
                Aku sangat muak..
                Aku sangat sedih..

Bahkan..
Air mata ini sudah tak dapat lagi dibendung..
Turun menjadi butiran airmata yang rasanya asin..
Sering kali aku merasakannya ketika aku menangis..
Hanya untuk buktikan pada kalian..
Bahwa aku ini mampu..
Aku ini bisa seperti dia..
               
                Tolonglah..
                Aku mohon..
                Aku mohon dengan sangat..
                Tolong percayai aku..
                Tolonglah Percaya padaku..
                Sekali ini saja..

Tolong hargai semua kerja kerasku selama ini..
Tolong hargai usaha yang telah aku buat..
Aku meluangkan banyak waktuku demi ini..
Aku menghabiskan banyak tenagaku untuk ini..
Melakukan ini, melakukan banyak hal agar bisa kalian pahami..
Bahwa bukan hanya dia yang bisa..
Aku juga bisa, Aku mampu, Aku kuat, Aku juga menyayangi kalian..

                Bersabarlah dalam menghadapiku..
                Aku hanya ingin dimengerti..
                Aku hanya ingin dipahami..
                Aku hanya ingin disayangi..
                Aku hanya ingin dicintai..

Mengertilah..
Ini kelemahanku..
Pahamilah..
Aku sangat menyayangi dan mencintai kalian..
Begitu tulusnya..
Sampai-sampai aku tak bisa membiarkan..
Kalian membanding-bandingkan aku dengan dirinya..

Bandarlampung, 29 September 2012 8:30 WIB

Hanya Pura-Pura


Karya : Ridha Adilla. AR

Pura-pura tidak tahu..
Pura-pura tidak melihat..
Pura-pura tidak mendengar..
Pura-pura tidak merasakan..

Padahal...
Akulah yang paling peka..
Aku selalu melihat..
Aku selalu mendengar..
Aku selalu merasakan..

Aku hanya bisa tersenyum melihat kau dengan yang lain..
Isyarat..
Bahwa aku juga bahagia melihatmu bersama dengannya..
Padahal..
Hati ini bagai diguyuri hujan ketika aku melihatnya, mendengarnya, merasakannya..

                Kau pernah bertanya padaku..
                Apakah “aku mencintaimu?”
                Aku berkata tidak..
                Tidak, bukan karena aku tidak mencintaimu.
                Tapi..
                Tidak, karena aku tak tahu..
    Apa aku benar-benar mencintai dirimu..
                Tidak, karena aku tak tahu..
                Apa ucapan itu benar-benar tulus dari hatimu..

Aku terlalu malu untuk mengungkapkannya..
Aku tidak bisa mengeekspresikannya..
menjadi rangkaian kata-kata..
Yang manis untuk kau dengar..
Yang indah untuk kau lihat..
Yang menyentuh hatimu untuk bisa kau rasakan..

Happy Anniversary to My Love Annisa

Sedari tadi pagi aku menunggu telpon darimu. Tapi tak ada satupun panggilan darimu. Bahkan untuk sekedar smspun kamu tak mau. Padahal hari ini tepat sebulan kita jadian. Ini Jleb banget buat aku. Kau yang telah menemani hari-hariku yang sepi selama sebulan ini.

Kemanakah dirimu?
Apa kau tidak punya pulsa?
Apa kau sedang sibuk dengan urusanmu?
Apa kau memang sudah tidak menginginkan aku lagi dihidupmu?
Kata-kata itu terus terlintas dipikiranku saat ini.

Menjalani hari ini dengan perasaan was-was. Aku khawatir denganmu, aku ingin kamu sms aku. Sekali saja...... hanya untuk memastikan apa kamu baik-baik saja. Aku mencoba terlihat gembira, ketika teman-teman baikku mengucapkan “Happy Anniversary” buat kita. Ya.... buat kita, Buat aku dan kamu. Mereka mengingatnya, kenapa kamu tidak?

Terlalu banyak hal yang kita lalui bersama selama 1 bulan ini.
Kau datang kerumahku untuk pertama kalinya.
Kau mengajakku kerumahmu untuk pertama kalinya.
Kau menggandeng tanganku untuk pertama kalinya.
Kau mencium keningku untuk pertama kalinya.
Kita pergi karaoke bersama.
Kita makan siang bersama.
Kita pergi menikmati indahnya pantai Kuta saat matahari terbenam.

Kau selalu mengingatkanku untuk sholat 5 waktu. Hal yang tidak pernah aku dapatkan dari mantan-mantanku terdahulu. Kau mengajarkanku arti cinta yang tulus. kau orang yang ramah, penyayang dan sangat sabar menghadapi tingkah lakuku yang terkadang kekanak-kanakan. Terkadang pula kau terlihat begitu konyol ketika aku sedang sedih, hal itu membuat aku tertawa terbahak-bahak hingga akhirnya aku terdiam ketika kau kecup keningku.

Hingga akhirnya aku tersadar dari lamunanku, ketika ada handphoneku berbunyi. Ringtone “Maybe” Lagu yang dinyanyikan Suzy Miss A dalam drama Korea DreamHigh begitu merdu. Langsung aku ambil handphone itu yang ku taruh diatas meja disudut kamar ini. Tapi, itu bukan darimu. Itu nomor Lisa, adik perempuanmu.
“Ini pasti Nando, bisa-bisanya dia gapunya pulsa terus nelpon pake nomornya Lisa.” Pikirku dalam hati sambil tertawa kecil. Akupun langsung mengangkat telpon itu. Tapi itu bukan suaramu, itu suara Lisa. Seperti terdengar isak tangis dari seberang sana.
“Lisa, Lisa kamu kenapa dek? Kamu baik-baik saja kan?”. kataku sambil bertanya-tanya dalam hati.
“Kak Annisa.......” Kata Lisa dengan suara terengah-engah
“Iya dek, ada apa?” Tanyaku penasaran.
“Aku... Aku.... Aku gakapa-apa kak, tapi......” jawab Lisa.
“Tapi apa dek?” Tanyaku dengan nada lebih tinggi.
“Kak Nando.............”
“Ada apa dengan dia dek? Dia baik-baik aja kan?”
“Kak Nando koma kak, dia kecelakaan tadi pagi..........”

Deg...
Kalau saja jantung ini tidak disangga dengan tulang rusuk yang kuat, pasti sudah copot dari tempatnya. Aku langsung pergi mengendarai motor ke Rumah Sakit yang cukup terkenal dikota ini. Tak sempat lagi ku menjawab pertanyaan Mama ketika bertanya mau pergi kemana diriku saat ini. Yang terlintas dipikiranku hanya ingin melihat bahwa Nando baik-baik saja. Aku ingin memegang tangannya sambil mengatakan bahwa dia pasti kuat mengahadapi cobaan ini, bahwa dia cowok yang kuat dan ga lemah kayak aku, bahwa dia pasti akan cepat sehat dan bisa menjalani semua aktivitasnya dengan baik dan bisa menemani hari-hariku lagi..

Tidak sabar aku menunggu pintu lift terbuka. Hingga akhirnya aku memutuskan cara lain. Kuberlari dengan sekuat tenagaku menaiki anak demi anak tangga menuju lantai 5 rumah sakit itu. Akhirnya aku sampai juga tepat dipintu ruangan tempat dia terbaring. Lisa hanya menangis saat melihatku. Tak kusangka dia ternyata telah pergi meninggalkanku, sebelum aku sempat memegang tangannya. Aku hanya terpaku melihat tubuhnya telah terbujur kaku tak berdaya didepanku. Masih terlihat perban dikeningnya.

Lalu lisa memberikanku sebuah MP3 Player berbentuk Doraemon, tokoh komik favoritku dan sepucuk surat berbentuk hati. Kubuka kertas itu dengan linangan air mata. Ku baca isinya “Happy Anniversary to My Love Annisa”. “Nando, kamu sosweet sekali” kataku sambil membasuh air mataku dengan tissue. Tak kusangka hubungan kita akan sesingkat ini.

Namamu dan kisah kita akan selalu kukenang seumur hidupku.....