IMPLIKASI Teori FONOLOGI Terhadap Pembelajaran BAHASA INDONESIA (PUISI)

Postingan kali ini gue buat  dalam rangka membantu gue buat memahami materi yang bakalan gue jelasin saat presentasi fonologi besok.
Doakan semoga presentasi kelompok gue lancar ya kanca-kanca..
*suara drum*
*suara gong*

PhotobucketEhhmm..
Oke gue akan serius..
Inilah materi yang akan gue jelasin dalam presentasi besok..

 


IMPLIKASI Teori FONOLOGI Terhadap Pembelajaran BAHASA INDONESIA (PUISI)

Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia, Teori Fonologi juga dipakai dalam pembelajaran, dan memiliki kaitan yang sangat erat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, contohnya pada tingkat SMP.
Perhatikan contoh silabus Bahasa Indonesia SMP kelas VII berikut ini.

Perhatikanlah contoh puisi d bawah ini!



Photobucket

Penjelasan tentang Materi tersebut::
Dalam suatu runtutan bunyi yang sambung-bersambung terus-menerus diselangseling dengan jeda singkat atau agak singkat, disertai dengan keras lembut bunyi, tinggi rendah bunyi, panjang pendek bunyi, ada bunyi yang dapat disegmentasikan yang disebut bunyi segmental.
1 .   Tekanan atau Stres
Menyangkut masalah keras lunaknya bunyi. Jadi ketika kita membacakan sebuah puisi harus memiliki tekanan-tekanannya.
2 .   Nada atau Pitch
Berkenaan dengan tinggi rendahnya bunyi.
3     Jeda atau Persendian
Berkenaan dengan hentian bunyi dalam arus ujar.
Jeda antar kata, diberi tanda ( / )
Jeda antar frase, diberi tanda ( // )
Jeda antar kalimat, diberi tanda ( # )

Ini dia video yang jadi bahan pertimbangan gue buat menentukan jeda dalam puisi tersebut
Videoooooooo


Waduuh gue jadi tambah dagdigdug ser gini...

PhotobucketYaudah udahan dulu yee, gua mau lanjut belajar lagi..
Maklum gue mahasiswa sibuk hahaha

Daaahhh


      
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar