Happy Anniversary to My Love Annisa

Sedari tadi pagi aku menunggu telpon darimu. Tapi tak ada satupun panggilan darimu. Bahkan untuk sekedar smspun kamu tak mau. Padahal hari ini tepat sebulan kita jadian. Ini Jleb banget buat aku. Kau yang telah menemani hari-hariku yang sepi selama sebulan ini.

Kemanakah dirimu?
Apa kau tidak punya pulsa?
Apa kau sedang sibuk dengan urusanmu?
Apa kau memang sudah tidak menginginkan aku lagi dihidupmu?
Kata-kata itu terus terlintas dipikiranku saat ini.

Menjalani hari ini dengan perasaan was-was. Aku khawatir denganmu, aku ingin kamu sms aku. Sekali saja...... hanya untuk memastikan apa kamu baik-baik saja. Aku mencoba terlihat gembira, ketika teman-teman baikku mengucapkan “Happy Anniversary” buat kita. Ya.... buat kita, Buat aku dan kamu. Mereka mengingatnya, kenapa kamu tidak?

Terlalu banyak hal yang kita lalui bersama selama 1 bulan ini.
Kau datang kerumahku untuk pertama kalinya.
Kau mengajakku kerumahmu untuk pertama kalinya.
Kau menggandeng tanganku untuk pertama kalinya.
Kau mencium keningku untuk pertama kalinya.
Kita pergi karaoke bersama.
Kita makan siang bersama.
Kita pergi menikmati indahnya pantai Kuta saat matahari terbenam.

Kau selalu mengingatkanku untuk sholat 5 waktu. Hal yang tidak pernah aku dapatkan dari mantan-mantanku terdahulu. Kau mengajarkanku arti cinta yang tulus. kau orang yang ramah, penyayang dan sangat sabar menghadapi tingkah lakuku yang terkadang kekanak-kanakan. Terkadang pula kau terlihat begitu konyol ketika aku sedang sedih, hal itu membuat aku tertawa terbahak-bahak hingga akhirnya aku terdiam ketika kau kecup keningku.

Hingga akhirnya aku tersadar dari lamunanku, ketika ada handphoneku berbunyi. Ringtone “Maybe” Lagu yang dinyanyikan Suzy Miss A dalam drama Korea DreamHigh begitu merdu. Langsung aku ambil handphone itu yang ku taruh diatas meja disudut kamar ini. Tapi, itu bukan darimu. Itu nomor Lisa, adik perempuanmu.
“Ini pasti Nando, bisa-bisanya dia gapunya pulsa terus nelpon pake nomornya Lisa.” Pikirku dalam hati sambil tertawa kecil. Akupun langsung mengangkat telpon itu. Tapi itu bukan suaramu, itu suara Lisa. Seperti terdengar isak tangis dari seberang sana.
“Lisa, Lisa kamu kenapa dek? Kamu baik-baik saja kan?”. kataku sambil bertanya-tanya dalam hati.
“Kak Annisa.......” Kata Lisa dengan suara terengah-engah
“Iya dek, ada apa?” Tanyaku penasaran.
“Aku... Aku.... Aku gakapa-apa kak, tapi......” jawab Lisa.
“Tapi apa dek?” Tanyaku dengan nada lebih tinggi.
“Kak Nando.............”
“Ada apa dengan dia dek? Dia baik-baik aja kan?”
“Kak Nando koma kak, dia kecelakaan tadi pagi..........”

Deg...
Kalau saja jantung ini tidak disangga dengan tulang rusuk yang kuat, pasti sudah copot dari tempatnya. Aku langsung pergi mengendarai motor ke Rumah Sakit yang cukup terkenal dikota ini. Tak sempat lagi ku menjawab pertanyaan Mama ketika bertanya mau pergi kemana diriku saat ini. Yang terlintas dipikiranku hanya ingin melihat bahwa Nando baik-baik saja. Aku ingin memegang tangannya sambil mengatakan bahwa dia pasti kuat mengahadapi cobaan ini, bahwa dia cowok yang kuat dan ga lemah kayak aku, bahwa dia pasti akan cepat sehat dan bisa menjalani semua aktivitasnya dengan baik dan bisa menemani hari-hariku lagi..

Tidak sabar aku menunggu pintu lift terbuka. Hingga akhirnya aku memutuskan cara lain. Kuberlari dengan sekuat tenagaku menaiki anak demi anak tangga menuju lantai 5 rumah sakit itu. Akhirnya aku sampai juga tepat dipintu ruangan tempat dia terbaring. Lisa hanya menangis saat melihatku. Tak kusangka dia ternyata telah pergi meninggalkanku, sebelum aku sempat memegang tangannya. Aku hanya terpaku melihat tubuhnya telah terbujur kaku tak berdaya didepanku. Masih terlihat perban dikeningnya.

Lalu lisa memberikanku sebuah MP3 Player berbentuk Doraemon, tokoh komik favoritku dan sepucuk surat berbentuk hati. Kubuka kertas itu dengan linangan air mata. Ku baca isinya “Happy Anniversary to My Love Annisa”. “Nando, kamu sosweet sekali” kataku sambil membasuh air mataku dengan tissue. Tak kusangka hubungan kita akan sesingkat ini.

Namamu dan kisah kita akan selalu kukenang seumur hidupku.....
Reaksi: