Kisah Romantis Part 1

Hai guys..
Ini adalah cerpen ketiga buatanku..
Cerpen ini sengaja aku buat bersambung..
Ini memang bukan rill kisahku..
Semoga karyaku bisa menjadi inspirasi kalian untuk membuat karya tulis yang bagus.
Lebih bagus dari yang aku buat ^^

Selamat membaca.........

--------------------

1tahun yang lalu, kami bertemu disebuah toko buku. Waktu itu aku sedang mencari novel-novel terbaru untuk menambah koleksi novel yang aku miliki. Setelah mendapatkan novel yang aku inginkan, lalu aku duduk dipojok toko buku tempat berbagai koleksi komik dipajang dan disusun rapih. Aku membaca buku itu dengan khidmatnya, sampai akhirnya aku menyadari ada banyak kaki berada didepanku . Aku sangat kaget,salah satu dari mereka hanya tersenyum lalu terjadi perdebatan diantara kami. Dia berusaha ingin melaporkanku kepada penjaga toko karena aku telah melakukan pelanggaran, membaca buku komik tapi tidak membelinya. Namun ternyata itu hanya gertakannya agar dia bisa mendapatkan nomor telponku. Mau tidak mau, dengan terpaksa aku memberikan nomor telpon kepada orang yang tidak aku kenal. Setelah mendapatkan nomor telponku dia pergi sambil berkata “Sampai Jumpa lain waktu”. “Iuuh, gue ga akan pernah mau ketemu dengan cowok macam begitu lagi,gak akan. Titik.” Kataku sambil ngedumel dalam hati.
Tapi...

Ternyata kami benar-benar bertemu dilain waktu. Kami bertemu di Bus Trans Kota. Entah mengapa aku merasa hari itu benar-benar hari sial, karena motorku sedang dibengkel, mau tidak mau aku harus menaiki Bus Trans. Bus itu penuh dengan penumpang, tapi aku harus menaikinya supaya aku tidak terlambat tiba disekolah. Badanku tidak terlalu tinggi, aku malu sekali tidak bisa meraih pegangan tangan yang tegantung di dibawah atap Bus itu. Akhirnya aku pegangan pada kursi penumpang. Tidak kusangka itu cowok yang aku temui ditoko buku tempo hari. “Sial 2kali hari ini, habis ini ada kajadian apalagi?” gumamku dalam hati. Aku pura-pura tidak mengenalnya. Dan kupikir dia tidak mengetahui keberadaanku.
Lalu Bus pun berhenti, ada nenek masuk kedalam Bus sambil ditolong kenek. Nenek itu kebingungan dia tidak tahu dimana dia harus duduk, sedangkan pegangan terlalu tinggi, dan dia tidak kuat untuk berdiri terlalu lama.
Dan ternyata...
Cowok itu berdiri dan membantu nenek itu untuk duduk ditempatnya. Lalu dia berdiri disebelahku, tepat disebelah kananku. Dia melirikku, “Sepertinya kita pernah betemu, oh iya kita bertemu ditoko buku beberapa hari yang lalu. Tapi aku ga tau nama kamu siapa? Salam kenal ya, namaku Aditya Hernando, panggil aku Adit”. Aku Cuma melotot mendengarnya bicara sepanjang itu. “ahh aku Anastasya Nina Kusuma Pertiwi, panggil aku Nina” jawabku. “Wow, nama yang lumayan panjang untuk anak yang badannya kecil seperti kamu”. “Kampreeet, ini cowok ngeledek badan gue yang cebol ini lagi” gumamku dalam hati. Tapi kenyataannya aku hanya tersenyum kecut didepannya saat itu.
Bus itu tiba-tiba berhenti mendadak, dengan sigap aku memeluk lengan kirinya. Begitu refleks, sampai aku tak merasakan kalau sudah 1 menit aku melakukan hal itu. Aku malu sekali ketika dia bilang pegang saja lenganku kalau takut terjatuh. Mau tidak mau aku menuruti kata-katanya. Aku tidak mau kalau nanti Bus ini ngerem mendadak lagi aku terjatuh. Itu pasti akan menjadi kejadian paling memalukan dalam hidupku. Aku ga mau, aku ga mau itu sampai terjadi.
Bus ini berhenti lagi untuk yang kedua kalinya. Kali ini cowok disebelahku, yang aku peluk lengannya menyuruh Bus ini berhenti. “Maaf, aku harus turun, lain waktu kamu boleh memegang lenganku lagi kalu takut terjatuh” katanya. “Itu bukan megang, itu meluk namanyaa...” kataku ngedumel dalam hati. Aku melihatnya turun, langkah kakinya mengantarkannya tepat di SMAN 2 Bakti Utama. Aku terpesona melihat tempat itu, lebih terpesona melihat cowok itu melangkahkan kakinya ketempat itu. Itu adalah SMA paling favorit dikota ini. Cuma ada 2 tipe siswa yang bisa masuk ke sekolah itu. Kalau ga Pintar, ya pasti Kaya. Aku pegegangan kembali pada kursi tempat nenek itu duduk sambil memikirkan, masuk kegolongan manakah sesosok makluk yang bernama Adit.
Hari ini tanggal 30 september 2011, kalau dihitung-hitung sudah sebulan sejak pertemuan kami yang pertama. “Ahh, kenapa jadi mikirin itu” gumamku dalam hati. Hari ini hari perdanaku kursus fotografi. Setelah perdebatan panjang bersama ayahku selama sebulan. Akhirnya, aku bisa mewujudkan impianku belajar fotografi. Kata ayahku, selama itu ga membuat nilai semesterku turun aku boleh mengikutinya. Ayahku memang paling the best deh. Karena tempat kursusnya hanya berjarak 500meter dari rumah, aku memutuskan untuk berjalan kaki saja. Hatiku dag dig dug, ketika memasuki tempat itu. Dari luar terlihat seperti ruko-ruko pada umumnya. Tapi ketika memasuki gedung tersebut barulah terlihat bedanya. Ruangannya begitu rapih dengan cat dindingnya yang berwarna merah. Sampailah aku dilantai 3, tempat aku belajar kursus fotografi. Tiba saatnya aku belajar, hari ini masih dalam masa pengenalan dan teori dasar. Jadi aku tidak begitu berminat mendengarkannya. Sampai akhirnya Pak Dirman harus pamit karena ada keperluan. Lalu muncullah seseorang datang untuk menggantikannya. “Astaga, cowok itu lagi, 3 kali Ya Tuhan L” kata-kata itu muncul begitusaja dalam hatiku, ketika aku melihatnya.
Cowok itu lalu memperkenalkan dirinya kembali. Persis seperti yang dia lakukan di Bus Trans tempo hari. Bahkan itu terlalu mirip dengan yang aku dengar tempo hari. Saat itu sama sekali tidak terjadi percakapan diantara kami. Menatapnya wajahnya saja aku Males. Waktu kursus telah usai, aku berjalan bersama teman-teman yang baru aku kenal. Lalu mereka berpamitan padaku untuk pulang lebih dulu. Aku berjalan kembai menuju kerumahku. Aku sempatkan untuk membeli martabak manis kesukaan Bunda dan Ayah. Tiba-tiba ada motor Vixion warna biru berhenti tepat dibelakangku. Dia langsung menarik pergelangan tanganku. Dia mengarahkanku untuk duduk dibelakangnya. “Mau kau bawa kemana aku ini?” tanyaku padanya. “Ke Suatu tempat, tempat dimana aku ingin sekali pergi bersama seseorang wanita” jawabnya.

Bersambung...

Kisah-Kisah Romantis selanjutnya...

Kisah Romantis Part 1
Kisah Romantis Part 2
Kisah Romantis Part 3
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar