Kisah Romantis Part 2

Dia langsung menarik pergelangan tanganku. Dia mengarahkanku untuk duduk dibelakangnya. “Mau kau bawa kemana aku ini?” tanyaku padanya. “Ke Suatu tempat, tempat dimana aku ingin sekali pergi bersama seseorang wanita” jawabnya.
Benar saja, dia mengajakku ketempat yang indah. Sebuah bukit yang amat indah, pohon-pohonnya begitu subur, rumput-rumputnya begitu hijau, bunga berwarna-warni bertaburan dimana-mana. Sepanjang perjalanan hanya hijau yang kulihat. Dia menggandeng tanganku, menuntunku berjalan mendaki bukit itu, tibalah kami disebuah pohon besar dibukit itu. Dia duduk dibawah rindangnya pohon itu. Aku masih berdiri dengan tangannya yang masih menggenggam tanganku. “Duduklah, apa kamu tidak capek berdiri dari tadi. Aku ingin bercerita banyak tentang hidupku. Jadi, duduklah untuk bisa mendengarkannya.” Akupun mengambil tempat agak jauh darinya, Dia malah menarikku untuk berada disisinya. “Nah, seperti ini lebih baik J” Dia berkata sambil mengeluarkan senyum khasnya.

“Maukah kamu menjadi pacarku?”
Deg... jantungku rasanya mau copot saat itu juga. Bisa-bisanya dia yang baru mengenalku, menyatakan cinta padaku.
“Apa kamu dengan apa yang kamu katakan Dit?” tanyaku seadanya.

“Iya, aku sangat yakin. Sebenarnya...
Ini adalah pertemuan kelima kita, bukan ketiga..
Aku sudah memperhatikanmu 1 bulan sebelum kita bertemu..
Aku sering melihatmu pergi ketoko buku, kamu terbiasa lari pagi ketika hari minggu.
Saat kamu makan siang sendiri coffee shop sambil mengerjakan tugas-tugasmu..
Aku merasa kamu sangat berbeda dari cewek lainnya..
Kamu.. Ya apa adanya dirimu..
Aku suka kamu seperti itu..”

Apa yang harus aku katakan. Aku tidak bisa berfikir. Aku belum terlalu yakin dengan apa yang dia katakan. Tapi aku tidak boleh menyakiti hatinya, jika ternyata dia tulus melakukan ini. “Baiklah, aku mau menerimamu menjadi pacarku.” Dia begitu kaget. Dia terlalu ekspresif mengungkapkan kegembiraannya. Dia memelukku sampai-sampai aku serasa tidak bisa bernafas karenanya. Lalu Dia mengantarkanku kerumahku. Tidak aku sangka, dia tahu dimana letak rumahku. Padahal, aku tidak pernah memberitahunya. “Kau yakin tidak mau mampir kerumahku?” Tanyaku sambil mengulas sebuah senyum dibibirku. “Lain kali saja J, Aku kan bisa kapan saja kerumah ini jika aku ingin. Oh iya, mulai besok dan seterusnya. Aku yang akan mengantar dan menjemputmu kesekolah. Kamu jangan naik motor lagi, apalagi naik Bus Trans. Selama aku bisa dan mampu, biarkan aku yang menjagamu”. Mendengarnya bicara seperti itu aku hanya menjawab “Apa kamu tidak merasa repot? Baiklah, kalau kamu inginnya begitu. Sampai jumpa besok.” Dia lalu menutup kaca helmnya, dan pergi meninggalkanku.
Aku membuka pintu kamarku. Aku langsung tenggelam dalam tempat tidurku yang nyaman ini. Tidak ku sangka, aku mau menerima orang yang baru aku kenal. Tidak ku sangka orang itu adalah dirinya. Aku sendiri heran, mengapa aku bisa dengan mudahnya menerima orang itu. Apa karena ia terlalu tampan buatku. Jujur saja, Aku selalu dibuat terhipnotis saat aku melihat senyuman dari bibirnya. Ini semua sudah terjadi, Aku jalani saja semua ini sebagaimana mestinya.

*****

Aku jatuh cinta kepada dirinya sungguh-sungguh cinta ooh apa adanya.....
Potongan lagu Milik Roulette – Aku Jatuh Cinta berbunyi dengan lembut, tanda ada telpon masuk. Itu telpon dari Adit. Ini pertama kalinya dia menelponku setelah aku menjadi pacarnya. “Nina, kamu sudah siap? Aku ada didepan pintu gerbang rumahmu sekarang” kata Adit dari ujung telpon. “Tapi Dit, aku belum sarapan.” Begitu lugunya aku berkata seperti itu. “Aku juga belum, kita sarapan bersama saja yuk. Aku tahu tempat buat mencari sarapan yang enak.” Katanya lagi. “Sudah tidak usah membantah, ayo turun. Aku tahu kamu diatas sana sedang mengamatiku.”
Aku turun kebawah, dengan keadaan sudah rapih. Aku meminta maaf pada Ayah dan Bunda karena tidak bisa sarapan bersama pagi ini. Sedikit berbohong, Aku bilang saja sedang terburu-buru karena ada jadwal piket kelas. Aku membuka gerbang. Kali ini Adit membawa helm untukku. Warnanya Pink, tau saja itu warna kesukaanku. Tapi, cewek yang suka warna pink di Dunia ini kan bukan hanya aku. Dia memakaikan helm itu padaku. Ohh so sweet sekali pikirku dalam hati. Dia mengendarai motor itu lumayan kebut. Hingga akhirnya kami berhenti disebuah warung makan nasi uduk. Dia langsung memesan 2 Nasi uduk, untuk Dia dan Aku. Dia makan dengan lahapnya. Setelah kami selesai makan Dia mengantarkanku kesekolah. Dia bilang aku harus menjaga diriku baik-baik, dan harus belajar dengan rajin. Lagi-lagi, dia meninggalkanku saat aku ingin membalas senyumnya.

*****

Hari demi hari kami lewati bersama-sama. Susah senang menjadi hal biasa dalam perjalanan cinta yang kami miliki ini. Dia tahu banyak tentang aku.
Tapi..
Sampai saat ini, sudah 5 Bulan kami bersama-sama..
Sampai saat ini, Aku belum tahu dimana rumahnya. Seperti apa wajah Ayah dan Ibunya. Apa dia mempunyai saudara kandung.
Aku tidak tahu...
Yang aku tahu, Dia kerja sambilan ditempat aku kursus fotografi, Dia sekolah disekolah yang sangat favorit dikota ini.
Dan yang aku tahu....
Dia selalu tersenyum setiap melihat wajahku..

*****

“Dit, bisakah kamu mengajakku pergi kerumahmu..
Bisakah kau mengenalkan aku pada Ayah dan Ibumu..
Bisakah aku tahu apakah kamu mempunyai kakak atau adik?”
Isi smsku yang aku kirimkan kepadanya.

Tapi dia tidak membalasnya. Lagi, ini sudaah kesepuluh kalinya Dia melakukan ini. Apa yang Dia pikirkan tentangku. Dia bilang dia tulus mencintaiku. Tapi mengapa dia menyembunyikan sesuatu padaku. Sesuatu yang menurutku sangat wajib untuk aku ketahui. Pernah aku menanyakan secara langsung padanya, tapi dia malah menghindari pertanyaan itu dan mengalihkan pembicaraan itu. Aku pusing dengan sikapnya.

*****

Aku duduk sendiri ditaman kota dengan berbagai macam buku soal-soal UN. Tiba-tiba dia datang menghampiriku, membawakan snack yang aku suka. Dia juga membawa buku-buku soal UN yang berbeda dari yang aku miliki. Dia bilang, dia ingin belajar, dan membantuku mempelajari soal-soal ini. Dia memakai kacamatanya. Persis seperti Bapak guru yang sedang mengajari muridnya. Bedanya, dia masih memakai seragam sekolah. Saat aku sedang sibuk mengerjakan soal Kimia. Dia malah asyik membuat pesawat dengan kertas origami yang dia bawa. Terkadang dia membuat lelucon kecil saat aku sedang serius. “Dit, apa kamu begitu menyukai aku?” Tiba-tiba aku hanya ingin mendengar jawaban darinya. “Kamu pasti sangat tahu jawabannya” Dia berkata begitu, sambil menerbangkan pesawat yang dia buat.
Menurutku jawaban itu tidak pasti..
Maksud dan artinya..


Bersambung...

Kisah-Kisah Romantis sebelum dan selanjutnya...

Kisah Romantis Part 1
Kisah Romantis Part 2
Kisah Romantis Part 3

Reaksi: