Kisah Romantis Part 3

Saat aku sedang sibuk mengerjakan soal Kimia. Dia malah asyik membuat pesawat dengan kertas origami yang dia bawa. Terkadang dia membuat lelucon kecil saat aku sedang serius. “Dit, apa kamu begitu menyukai aku?” Tiba-tiba aku hanya ingin mendengar jawaban darinya. “Kamu pasti sangat tahu jawabannya” Dia berkata begitu, sambil menerbangkan pesawat yang dia buat.

*****

Tidak terasa seminggu lagi, kami akan menghadapi Ujian Nasional Tingkat SMA. Jujur saja, aku sangat grogi menghadapi moment ini. Tidak aku sangka, sebentar lagi aku akan menhadapi gerbang masa depanku. Menjadi seorang Mahasiswa. Tapi, sebelumnya aku harus terlebih dahulu lulus dalam fase ini.. Dia bilang, dia tidak akan menggangguku selama 2 Minggu kedepan. Dia ingin aku fokus pada ujian ini, dan dia juga ingin fokus pada ujiannya. Tapi tetap saja, dia mengantar jemput aku kesekolah..

Hari yang dinanti itupun sudah terlewati..
Lega, sekali bisa melewati masa-masa menegangkan dalam hidupku. Tinggal menunggu keputusan akhir. Lulus atau tidak. Tapi aku yakin, dengan kemampuan yang aku miliki, aku bisa Lulus ujian ini dengan hasil yang memuaskan.

*****

Hari sudah siang, matahari bersinar dengan teriknya.. Aku mulai menjalani kembali aktifitasku kursus fotografi. Aku sudah naik level. Ke Level yang lebih tinggi. Kali ini aku dan teman-teman diberi tugas untuk memfoto objek pemandangan alam. Tiba-tiba aku teringat tempat itu. Tempat dimana Adit menyatakan cintanya padaku. Tempat itu begitu romantis, begitu indah, begitu damai. Aku jadi ingin memotret tempat itu sebagai hasil tugas yang akan aku kumpulkan nanti.

Aku pergi sendiri ketempat itu, dengan menaiki Bus Trans. Tempat itu masih sama seperti dulu. Seperti saat 8 bulan yang lalu, ketika Adit mengajakku ketempat ini. Aku duduk dibawah pohon rindang itu, sambil memotret objek yang kira-kira bagus untuk aku foto. Semuanya.. Tidak terkecuali orang itu. Tidak aku sadari, bahwa orang yang baru datang itu adalah Adit. Dia kaget melihatku sendiri ditempat ini.
Dia bilang, dia tadi kerumahku. Dia mencariku tetapi aku tidak ada dirumah. Karena dia bosan, da putuskan untuk pergi ketempat ini. “Kebetulan ada kamu, aku ingin mengajakmu kesuatu tempat” katanya. “kita mau kemana Dit?” tanyaku bingung. “Kamu bilang ingin sekali bertemu Ayah, Ibu dan saudara kandungku. Jadi, aku akan mengantarkanmu kesana.” Akhirnya, entah ada angin apa dia bisa berfikir ingin memperkenalkan aku dengan keluarganya. Bahagia rasanya, melihat dia sudah mempercayaiku untuk mengenal orang-orang yang melahirkannya, dan menjadi saudara kandungnya.

Tapi, kenapa dia mengajakku kerumah sakit?
Apakah keluarganya sedang ada yang sakit?
Entahlah..

Kami sampai dikamar itu, ruang VIP nomor 4..
Kulihat ada seorang wanita sedang terbaring lemah ditempat tidur itu. Dia tersenyum melihat kehadiranku. Senyum itu persis seperti senyum yang sering kulihat. Yang selalu membuatu terpesona ketika melihatnya. Ya... senyum itu mirip dengan senyum Adit. Disudut ruangan aku melihat seorang Bapak dan anaknya yang masih kecil. Sepertinya bayi itu belum bisa berjalan. Adit memperkenalkanku kepada mereka. Mereka adalah Ayah, adiknya dan wanita yang tergolek lemas itu adalah Ibunya..
“Sudah berapa lama ibumu terbaring ditempat ini?” Tanyaku setelah kami keluar dari ruangan itu. “Mama sudah koma sejak 8 Bulan yang lalu, tepat saat hari aku menyatakan cinta padamu. Sudah 8 Bulan pula adik kecilku lahir didunia ini. Tapi ibuku baru siuman beberapa hari yang lalu”

Jadi.. Selama ini, dia menyembunyikan semuanya dariku.
Dia menyembunyikannya agar aku tidak khawatir padanya.
Tapi.. dengan dia bersikap seperti itu,
aku justru merasa dia menyembunyikan hal besar yang seharusnya aku ketahui..


Marah..
Itu hal yang aku rasakan..
Aku langsung pergi meninggalkannya..
Sepertinya dia sangat merasa bersalah padaku..
Tapi aku tidak peduli..
Aku marah..
Marah sekali padanya..

*****

Sudah seminggu aku tidak menghiraukannya untuk mengganggu hidupku. Sampai akhirnya, dia meminta maaf lagi dengan nada yang keras.
Seperti sedang marah.
Seperti dia ingin menelanku saat itu juga.
Untuk pertama kalinya dia melakukan itu..

Aku kaget..
Aku merasa bersalah sudah marah sampai sejauh ini..
Aku memaafkannya..

Aku memeluk tubuhnya, sambil meminta maaf..
Maaf sudah berprasangka buruk padanya..

Dia juga meminta maaf padaku..
Maaf karena tidak jujur dari awal padaku..


TAMAT
Kisah-Kisah Romantis sebelumnya...

Kisah Romantis Part 1
Kisah Romantis Part 2
Kisah Romantis Part 3
Reaksi: