Kisah "Bittang Pak Bittang Lemo" Ala Batrasia Unila

Menjadi bagian dari mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Lampung. Banyak hal yang kami kerjakan, bukan hanya tugas individu, atau sekedar tugas kelompok lalu di presentasikan di depan dosen. Saya rasa hal itu sudah biasa.

Mulai dari semester 3. Pada semester itu, kami dituntut untuk berkreatifitas. Dengan cara memusikalikan puisi (Menyanyikan puisi).
Di semester 5. Kami dituntut untuk bisa menyanyi, menari tarian tradisional, bermain wayang, bermain drama, dll.
Dan semester 6, kami dituntut untuk bisa menyanyikan lagu Lampung.

Ya, meskipun saya lahir dan tinggal di Provinsi Lampung. Tapi menyanyikan lagu lampung didepan kelas, bukanlah hal yang biasa saya lakukan. Biasanya saya hanya melakukannya di rumah. dengan suara pas-pasan, terkadang tidak sesuai dengan irama lagu (heheheee)..

Tapi, tugas matakuliah Sastra Lampung tidak hanya itu. Kami juga dituntut untuk mengumpulkan hasil tugas kami, berupa video klip lagu Lampung.
Walaupun kami sudah tahu dari semester 1, bahwa pada semester 6 kami dituntut untuk membuat video klip Lagu Lampung. Tapi tetap saja, rasanya benar-benar gupek dengan tugas ini.
Sebenarnya jika kami tidak main-main. Bapak dosen memberikan waktu sekitar sebulan untuk menyelesaikan tugas itu. Tapi, ya namanya mahasiswa, yang akan mengerjakan tugas jika sudah mendekati deadline..
Jadinya, kami dikejar waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut, dalam waktu sekitar 2 minggu.

Ceritanya dimulai, dengan teman saya (Sebut saja Maya) yang juga sekelompok kami. Maya memberikan cenel (cenel tv) bukan kok, tapi orang yang bisa bantu kami buat video klip tersebut. Cukup berbelit-belit karena harga yang dipatok lumayan mahal. Sekitar 1,5 juta. Belum termasuk recording. Beberapa hari berlalu, hal itu masih menjadi perdebatan diantara kami. Ada beberapa diantara teman kami yang menganggap harga yang ditawarkan terlalu mahal.
Beberapa hari berikutnya, hari selasa tepatnya. Lama kami menunggu dibawah pohon di depan Aula A FKIP Unila. Ada sekitar 3 jam kami menunggu dan berdiskusi tanpa hasil..Sampai akhirnya teman saya yang lain (Sebut saja Mira) menawarkan kepada kami untuk mengambil video shooting kepada kenalannya.

Saya, Sovie, bersama Mira akhirnya memilih untuk mengalah. Kami pergi ketempat video shooting tersebut. Hari itu, Sekitar pukul 7 malam, tanggal 8 April 2014. Kami duduk disana ditempat video shooting tersebut.. Menurut saya, hasil yang dibuat kakak itu sangat bagus. Hanya saja dia tidak bisa recording. Sebenarnya yang paling mendesak adalah recording daripada shooting. Akhirnya, pilihan kami tetap pada pilihan awal (bersama temannya Maya).

Tapi cerita tak berhenti sampai disitu..
Banyak cerita yang kami lewati, hingga kami lebih tahu watak dan karakter teman dekat kami benar-benar berbeda dari biasanya..
Mungkin saya akan menceritakannya di lain kesempatan..

Hari berlalu, tibalah di hari Jumat..
Akhirnya, ini hari terakhir shooting..
tidak butuh waktu lama, sekitar 3 jam shooting kelar (benar-benar diluar dugaan)
ya hal itu karena video klip Bittang Pak Bittang Lemo tidak jadi menggunakan alur cerita..
Full wajah saya dan Sovie dari awal sampai akhir.
Hanya 10 kali pengambilan gambar.
Semua serba cepat..

Mungkin hasil yang didapat tidak maksimal, tapi pengalaman yang saya dapat benar-benar maksimal..

Sedikit cuplikan dari video klip "Bittang Pak Bittang Lemo" Ala Batrasia Unila angkatan 2011 kelas A Kelompok 1..





Kisahnya memang tidak indah, namun pelajaran kali ini benar-benar berbeda. Lebih banyak memahami karakter teman-teman dekat. Ini mungkin moment-moment terakhir kita, sebelum kita memikirkan diri masing-masing. Kita akan jauh, 3 Bulan tanpa kabar kalian.. Setelah itu, kita memikirkan masa depan masing-masing, skripsi masing-masing.. Namun kita harus tetap kompak, Teman seperjuangan..

By: RA (Kisah Kita di awal bulan April 2014) DAMCIR+SM
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar