Aku Harus Pergi

"Maafkan aku yang tak sempurna tuk dirimu. Usai sudah kisah yang tak sempurna untuk kita dengar.."

Kamu yang aku sayangi. Sampai saat ini sepertinya aku masih memiliki rasa itu.
Yang aku tahu dari dirimu, Kamu juga "ternyata" merasakan hal yang sama.
Benarkah?
Benar benar terjadi?
Pasti ini mimpi..

Tapi..
Jika kamu juga merasakannya, tak seharusnya kamu membicarakan hal yang menyakitkan ini..
"Aku ga bisa LDR"

Aku juga belum tahu bagaimana rasanya LDR? Yang kata orang-orang, hal itu serasa serba salah..
Tapi apa salahnya kita mencoba?

Aku tidak bisa terus-menurus memintamu untuk berada disisiku membalas semua pesan yang ku kirimkan kepadamu. Kamu mungkin saja akan segara bosan dengan semua hal yang aku lakukan ini dan memilih untuk tak pernah mengindahkannya lagi.

Aku seperti seseorang yang menyedihkan. Sepertinya tidak ada lelaki lain di Bumi ini selain dirimu.
Oh..
Ini benar-benar hal yang bodoh kan?

Tadinya aku bepikir bahwa apa yang Kau katakan tentang Jodoh itu bisa aku terapkan juga
"Yang penting saling komunikasi, Kita tidak tahu Jodoh kita siapa"
Tadinya aku juga berpikir tentang kata-kata ini..
"Kalau mau berjodoh ya harus sering berkomunikasi"

Tapi kalau kamu seperti ini terus ya kapan ............................................................. ?

Berawal dari kata-katamu seingatku berbunyi seperti ini "Kalau hal-hal kecil aja dia ga inget dan ga peduli, berarti dia ga suka sama kita. tinggalin."
Dari kata-kata itu pula, rasanya Aku dicambuk oleh kata-katamu..
Kamu mengingatkan lagi.. lagii... dan lagi.....................

Terimakasih, setidaknya Kamu telah mau mendengarkan keluh kesahku..
Kamu jadi salah satu orang yang aku doakan setelah ayah, ibu, dan adik-adikku..
Kamu sudah jadi orang yang aku tunggu kehadirannya selama liburan semester, setelah sahabatku yang kuliah di UI..

Aku ga bisa disini terus..
Aku harus mencari jalanku..
dan kurasa Jalanku bukan Jalanmu..
Kita menempuh jalan yang berbeda..

Walaupun Aku sama seperti Kamu yang tidak ingin terburu-buru dalam menjalin cinta..

Tapi..
Izinkan aku Untuk Pergi..
Aku Harus Pergi..

Sudah terlalu lama aku menunggu didepan pintu hatimu..

Sekarang, sudah saatnya aku melepaskanmu,,
Fokus dengan studiku..
Aku akan menggapai cita-citaku..
Kamu juga harus seperti itu..

Jika nantinya Kita Berjodoh..
Nantinya ekspresi yang aku tunjukkan pastinya ekspresi kebahagiaan..
Tapi jika tidak?
Pasti ada seorang Malaikat Baik Hati yang sedang menungguku di belahan Bumi yang lain..

Selamat Tinggal, Jogja..
Teruslah perjuangkan impianmu..

From: Bandarlampung