Patung

Sebuah Puisi yang mengingatkan saya tentang indahnya patung-patung buatan tangan manusia di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park - Bali, Indonesia. Semoga, suatu hari bisa kesana lagi.. amiin..

 photo C360_2015-01-11-16-37-48-160.jpg


Perkenalan yang Mungkin Kau Lupakan


Kita bertemu 5 tahun yang lalu. Dari peristiwa yang biasa-biasa saja. Peristiwa yang seharusnya sudah bisa ku lupakan. Perkenalan yang biasa-biasa saja. Tak ada jabat tangan, tak ada senyuman disana waktu itu. Yang ada senyuman tanda perkenalan darimu. Meski aku sudah lupa kapankah itu terjadi, hari apa? Tanggal berapa? Pada bulan apa? Dan Tahun berapa?



Dalam Gelap

Tertatih ku mencarimu dalam gelap
Hingga aku terjatuh
Tak mampu ku berdiri dalam gelap
Banyak manusia yang mudah mencari-Mu
Tapi aku menjadi salah satu yang tak bisa
menemukan-Mu

Suara.......

Aku termenung mendengarmu
Aku lari kemanapun Aku bisa berlari
Agar aku bisa bersembunyi
dan menjadi tuli akan suaramu

Satu, Dua, Tiga, Empat, dan Lima
Aku masih bisa mendengarnya
Apa yang bisa aku lakukan sekarang?
Apa Kau bisa membantuku?

RAA

Syukuran Khataman

Sedikit bercerita tentang cerpen yang saya buat ini.
Sebenarnya saya sudah membuat cerpen ini saat bulan November 2014 kemarin. dan tiba-tiba terhambat ketika memasuki ending.
Jadilah cerpen ini baru saya selesaikan sekarang.
dengan berbekal motivasi saya untuk menulis dengan tajuk "1 Day 1 Post"
Jadi saya akan terus menulis setiap harinya, agar kemampuan saya dalam menulis bisa terus terasah dan Insya Allah bisa menjadi penulis handal di kemudian hari.

------------------------

Mak…….

Mak…

Bambang memanggil Emaknya. Seketika itu pula terpecah keheningan dalam rumah sederhana tersebut. Rumah kontrakan kecil berukuran 5m x 4m namun berlantai 2 tersebut. Ada apa nduk manggil-manggil emak keras-keras begitu, ndak baik. “Mak… aku sudah khatam Iqro loh”, sahut anaknya. Alhamdulillah, akhirnya nak kamu khatam juga. Lalu, kapan kamu ngaji pake Al-Qur’an cah ganteng?, Emak bertanya sambil menengok Al-Qur’an di atas televisi lama. Nah Mak, makanya itu Mak, aku gabisa ngaji Al-Qur’an kalo belum syukuran khataman, jawab si anak dengan wajah cemberut. “Ah, yang benar nak. Coba emak tanya Bu Mis , ibunya Rasyid dulu”, jawab sang Ibu yang berusaha menenangkan si anak.

Maka pergilah si Ibu kerumah Bu Mis, yang merupakan pemilik kontrakan tempat mereka tinggal yang berjarak tidak sampai 5 langkah dari rumah yang mereka tempati. Maka berkatalah si Ibu, mengutarakan sesuai dengan perkataan si anak pada Ibunya. Tak kala Ibu Mis mendengarkannya, Ibu Mis nampak kaget dan keheranan. Karena anaknya pun yang sudah duluan lulus mengaji irqo juga belum syukuran khataman dengan alasan si Ayah sedang banyak keperluan, mau bayaran sekolah kakak-kakaknya Rasyid yang masih SD kelas 4 dan dan SMP kelas 2 lah, mau bayar PBB, mau bayar buku untuk anaknya yang paling bongsor lah, mau untuk ini, untuk itu, banyak sekali. Tapi, yang membuat Bu Mis heran, anaknya masih boleh mengaji Al-Qur’an tuh.

Merasa tak mendapat jawaban yang diharapkan dari Bu Mis. Emak akhirnya menyuruh si anak untuk bersabar dan tetap datang untuk mengaji keesokan harinya, sembari Emak mencari tambahan dana agar si anak bisa segara syukuran khataman iqro, agar si anak bisa segera mengaji Al-Qur’an.

Si anak pun dengan berat hati menuruti perkataan Emaknya.

Maka, keesokan harinya pada jam yang sama, suasana yang hampir sama seperti kemarin, ketika awan sedikit mendung, angin yang bersemilir, ketika matahari mulai menenggelamkan dirinya, ketika langit mulai berwarna jingga cerah. Saat itulah, si anak bersiap-siap untuk pergi mengaji. Sesuai dengan perintah emaknya kemarin. Si anak berangkat mengaji, kali ini anak tidak sendirian. Kali ini anak itu di temani oleh anaknya Bu Mis. Pergilah mereka berdua, bersama dengan kakak perempuannya Rasyid, dan beberapa teman mereka yang lainnya.

Bambang memulatkan tekat untuk berbicara pada Guru ngaji mereka, bahwa Emaknya akan segera membuatkan syukuran khataman untuk dirinya, tetapi tidak sekarang, mungkin 2 sampai 3 minggu lagi itu akan terlaksana, karena Emak harus mencari dana tambahan untuk bisa membuat syukuran khataman meskipun sederhana untuk anaknya. Guru ngaji tampak maklum, walaupun ada sedikit kekecewaan diwajahnya. Bagaimanapun dengan adanya syukuran khataman walaupun hanya nasi kuning untuk dimakan bersama-sama. Itu akan membuat teman-teman Bambang yang belum khatam iqro menjadi bahagia dan termotivasi untuk belajar iqro dengan lebih giat. Itupun akan membuatnya bangga terhadap dirinya sendiri, karena dia telah berhasil membuat anak didiknya mengaji dengan lancar.

Maka emak keesokan harinya berusaha lebih giat bekerja. Emak yang sudah 2 minggu tidak berjualan jamu, kembali membuat jamu pait, gula untuk jamu, jamu kuat, jamu untuk wanita haid, dan jamu-jamu lainnya yang ditaruh dalam bakul. Lalu Emak berangkat pagi-pagi sekali. Si anak mengantarkan emak sampai emak menyebrang dijalan depan gang, dan menunggu emak naik angkot. Lalu berangkat ke sekolah. Sambil berharap emak segera mendapatkan uang yang cukup untuk membuat khataman sederhana untuk dirinya.

“Udah beberapa minggu lho, aku ga liat mbak jualan jamu didaerah ini. Kemana aja mbak?” tanya Bu Nani langganan jamunya Emak. “Iyo Bu, beberapa minggu kemarin saya nemenin suami saya berdagang mie ayam di Pasar. Jadi gabisa jualan jamu pagi-pagi.” Jawab Emak. “Wah, berarti habis ini, langsung ke Pasar dong Mak, nemenin suami dagang?” Tanya Bu Nani kembali. “Iya Bu, mau ga mau harus ke Pasar nanti”, Jawab Emak. “Emang lagi butuh banyak duit ya Mbak, sampe kerja berat banget?” Tanya Bu Nani dengan wajah penasaran. “Iya lumayan sih Bu, lagi butuh tambahan duit untuk syukuran khataman anak bungsu saya, ga tega saya ngeliat dia nangis minta adain syukuran khataman”, Jawab Emak sambil memberikan jamu pesenan Bu Nani. Bu Nani pun membayar dengan uang lebih, ketika Emak hendak memberikan kembalian Bu Nani malah menolak. “Udah Mak, gapapa kok, itung-itung buat nambahin syukuran khataman anak bungsu Emak”, kata Bu Nani. Emak tak henti-hentinya bersyukur karena masih ada orang yang baik hati terhadap orang yang bukan sodaranya seperti Bu Nani.

Maka setelah dagangan Emak habis. Emak tidak langsung ke pasar menemani suaminya. Emak berbelanja bahan-bahan yang di perlukan untuk membuat nasi kuning serta lauk-pauk pelengkapnya. Barulah Emak, pergi ke tempat suaminya berdagang dengan membawa bakul dan seorang anak kecil dibelakangnya membawakan belanjaannya. Bapak yang melihatnya nampak keheranan. Alangkah banyaknya belanjaan yang dibawa oleh sang Istri.

Setelah dia mendengar apa yang dikatakan sang istri, Bapak sangat bersyukur. Bapak mengatakan kepada Istrinya bahwa istrinya harus membalas kebaikan Bu Nani yang telah baik kepada keluarga mereka. Ibu berkata hal itu sudah seharusnya dia lakukan kepada orang yang berhati malaikat. Mereka tidak lupa bersyukur kepada Allah, S.W.T.

Keesokan Harinya

Bambang pulang dengan bahagia, dan memeluk Emaknya.


-Selesai-

Tempat Wisata Pantai Favorit di Lampung Bagian 2 (Edisi KKNKT)

Beberapa bulan lalu, ketika saya pergi KKN untuk keperluan pendidikan saya. Saya menemui banyak pantai yang indah di sana. Bahkan, keindahannya sampai terdengar ke luar pulau, bahkan luar Indonesia, mungkin sampai luar bumi, hehheeee...

Pantai Melasti, terletak di kabupaten baru pecahan kabupaten Lampung Barat, yaitu Kabupaten Pesisir Barat. Menurut saya tempat ini lumayan cantik dan masih asri. Saat pertama kali berkunjung ke sana. Saya agak kaget dengan kandang babi yang dimiliki warga sana. Untuk sampai ke tempat itu, kita harus melewati jalan yang penuh dengan poho kelapa yang menjulang tinggi, dan Babi-babi di sisi kiri. Sangat kaget saat itu, kenapa bisa ada babi disana. Jadi yang agak takut dengan babi seperti saya, bisa pergi menyusuri jalan itu dengan naik motor, hehe.. Waktu itu saya pergi ke sana bersama 1 orang teman kkn saya, dan dua orang murid saya selama PPL di sana. Kenyataannya, ya seperti saya bilang tadi. Pantainya benar-benar indah. asri, nyaman, dan bisa lihat sunset, romantis banget deh jadinya, kalau kesana bersama orang terkasih.

Sumber: http://static.panoramio.com/photos/large/18403577.jpg
saat mengunjungi pantai ini, pemandangan lain yang dapat kita lihat adalah sebuah Pure yang saya lupa namanya. Pure itu berada di dekat pantai, tapi tidak menghadap pantai. Waktu saya berkunjung kesana saya tidak bisa berfoto-foto karena hari sudah gelap. dan tidak mungkin berfoto, ga akan kelihatan gambarnya heheeee..
Sumber: http://static.panoramio.com/photos/large/78139112.jpg
Jika kita tidak ingin bermain pasir, kita bisa duduk-duduk di pinggir pantai. Kalian tidak perlu khawatir, tidak perlu membawa tikar saat kesini. Karena disini ada kursi panjang dari semen yang bisa kamu duduki. Pemandangan bisa sangat indah dari sini, tanpa perlu basah terkena air. Dan juga, sebaiknya jangan pergi mandi air laut, jika tidak bersama orang-orang asli sini. Karena yang tahu keadaan pantai ini adalah orang-orang disekitar ini. dan alasan lain saya tidak mandi kala itu adalah karena air laut sedang pasang. kan ngeri kalo hanyut, apalagi saya cuma mahasiswa KKN disini.

--------------

Pantai Biha

Pantai ini terletak tidak jauh dari tempat induk semang (rumah yang saya tempati selama disana) tepatnya di Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat provinsi Lampung. Jaraknya sekitar kurag lebih 500 meter berjalan kaki. Pantai ini bisa dibilang pantai yang cukup tersembunyi. Bayangkan saja. 1 minggu pertama selama berada di sana, saya tidak melihat kenampakan pantai sama sekali. Tapi tiap malam ketika saya tidur selalu terdengar deburan ombak. AAhh, kenangan itu jutru berhasil membuat saya selalu rindu ingin kembali ke sana (walau bukan dalam suasana kkn).

Untuk bisa sampai ke tempat itu, kita harus melewati sebuah masjid, lalu melewati perkebunan, sebuah pasar yang hanya buka pada selasa pagi, melewati pepohonan bakau. Barulah kita bisa mencapai tempat ini. Pasirnya berwarna putih kecoklatan. Sangat indah, dan bila pasirnya diinjak kaki kita akan sedikit masuk kedalam. Ombaknya cukup tenang, tapi tetap saja, kami tidak diperbolehkan untuk berenang disana. Karena ombak sedang pasang ketika sore hari.

Berikut adalah beberapa moment saat pergi ke Pantai ini.

Langit, dari pasar selasa
Kenampakan pasir yang ada dipantai Biha, masih terjaga.
Sunset dari balik pepohonan
Pasir pantai menyatu dengan ombak.
Ombak yang tenang, dan membuat kenangan akan Biha teringat kembali.
Foto bersama mahasiswa kkn, induk semang, dan anak induk semang.
Florensia, Eka, Isra, Dilla, Dewi
Ngah Intan, Dek Indra, Emak, Ana, Dara.
------------------------

Pantai selanjutnya yang saya kunjungi selama hampir 3 bulan kkn adalah:

Pantai SP6, ada juga yang menyebutnya Pantai Cantik, benar saja pantai ini memang cantik. Berada di Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupater Pesisir Barat. Pantainya indah, saat kita ingin memasuki tempat ini, kita haru smelewati pepohonan kelapa yang tinggi, kita bisa melewatinya dengan naik kendaraan bermotor jika tidak ingin kelelahan, karena untuk masuknya lumayan pegel kalau naik kaki, hehe.

Saat kita sampai, kita akan berada disebuah tebing, yang cukup tinggi. Namun kita bisa turun ketika ombak sedang surut, karena pasirnya sangat indah dan putih. Tapi harus tetap berhati-hati, karena ombaknya cukup besar, dan juga ada karang-karang yang licin.

Dibeberapa spot, yang nampak bukanlah pasir, melaikan karang yang terlihat seperti lantai yang indah.
Penampakan Pantia dari atas tebing.
Bulu babi
Bermain gitar bersama murid-murid di pinggir pantai
Spotnya sangat bagus untuk tempat berfoto
Bahagia itu sederhana guys..
Bakar jagung
Berjalan di tepi pantai, bertiup angin berhembus.
Koprol di tepi pantai
Perjalanan Pulang ke Biha

---------

Masih ada 3 pantai lagi yang saya kunjungi selama 3 bulan kknkt di pesisir barat, yaitu pantai Karang Ngimbur, Pantai Rata Putus, dan Tembaka.

Next Post:


9 Days Full of Moments (Bali)

Hai,
Happy New Years yaa semua..
Walaupun kalian pasti sudah pada tahu kalau ini bukan tahun barunya kita (Umat Muslim) hehehee...

Well..
Ini potingan yang udah jadul. Tapi sayang banget kalau ga dibagikan dan kenangannya pasti bakal mudah dilupain. Padahal belum tentu bisa balik lagi. Tapi yakin deh pasti bisa balk lagi kesana bareng Future Husband wkwk..

----------------




Perjalanan ini dimulai dari....

Transit di rumah makan Grafika di daerah Jawa Timur, untuk menikmati santap pagi..
Setelah santap selesai. Kami kembali memulai perjalanan kami menuju Bali...

Kami pergi ke tempat penyebrangan Ketapang-Gilimanuk agar kami bisa segera sampai di Bali.


di dalam Bis, saat perjalanan menuju Ketapang
di dalam kapal Feri berukuran sedang, rasanya tidak sabar ingin segera sampai di Bali
Selamat Datang di Bali (Museum Ogoh-Ogoh Bali)
Sesampainya kami di Bali, kami menyempatkan diri untuk santap siang karena kelaperan di rumah makan Madinah...

-------------------

Perjalanan kami berlanjut menuju Tanah Lot.

Sedikit info, berdasarkan Wikipedia, 'Tanah Lot' adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.
Berdiri di sebrang Pura Tanah Lot
Keindahan Pura Tanah Lot
Pura-Pura yang ada di kompleks ini

Bye! Tanah Lot

---------

Setelah sekitar 2 jam di Tanah Lot. Kami mengakhiri perjalanan hari ini dengan pergi ke penginapan.

Kamar Hotel yang berantakan

---------------------

Pagi harinya, kami bersiap-siap menuju

Tanjung Benoa..




Tanjung Benoa terletak di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Tanjung Benoa merupakan tempat wisata di Bali yang terkenal akan keindahan pantainya. Tempat ini juga merupakan sarana wahana air seperti banana boat, scuba diving, surfing, dll. Tapi saya tidak kesana untuk itu. Karena dana yang minim huhuuuuu..
Selain itu, terdapat pelayaran menuju Pulau Penyu tempat hidup seekor kura-kura, ular, jalak bali, dan sebagainya. Untuk bisa pergi ke Pulau Penyu, dibutuhkan biaya Rp 50.000 perorang.
Rencananya mau foto sama penyu, tapii...
Berhasil foto dengan kakek nenek penyu

-----------------------

Perjalanan selanjutnya adalah ketempat paling mengesankan buat saya..
Yaitu Garuda Wisnu Kencana..

Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter.

Tugu GWK
Patung Badan GWK
Area taman GWK
Jadi fotografer mereka, gimana? Bagus kan hasilnya 
Foto diantara Tebing

----------------------------

Selanjutnya adalah, menikmati sunset di pantai Kuta. Sayangnya saat waktunya sunset malah hujan deras. Tapi tetep moment disana benar-benar tak terlupakan.

Pemandangan Pantai Kuta
Melompat hingga ke Matahari
Aku memotretmu

Perjalanan hari ini selesai, kami pun pulang menuju penginapan kembali.

----------------------

Hari terakhir di Bali, dimulai dengan melihat pertunjukan tari Barong.



-------------------------

Kami menutup perjalanan ini dengan pergi ke daerah bedugul.


dan akhirnya saya berhasil pergi ketempat itu. Perjalanan pertama tanpa orang tua.
Tahun baru ini akan ada banyak tempat yang akan saya kunjungi.

Selamat pagi 2015 ^^